Membuat Mobile Edukasi Berbasis Android Menggunakan Microsoft PowerPoint

Gambar. Mobile Edukasi atau Mobile Learning
(Sumber: Freepik.com)

Mobile edukasi atau dapat disingkat menjadi mobile learning (m-learning) merupakan sebuah media pembelajaran yang mengadopsi perkembangan teknologi seluler dan perangkat smartphone. Pembelajaran yang dilayani oleh perangkat mobile memang sebagian besar bertujuan untuk dilaksanakan secara mandiri oleh peserta didik. Dalam konteks tersebut, mobile learning sebagai media pembelajaran beperan sebagai pengganti guru ketika mengajar di kelas. Peran mobile learning sebagai instruktur pada pembelajaran mandiri disebut juga sebagai Instructor-Independent Instruction yang berarti Instruksi dari Instruktur Independen (belajar mandiri melalui media pembelajaran). Media pembelajaran tipe tersebut dapat digunakan secara efektif ketika guru tidak dapat melaksanakan pembelajaran langsung atau guru sedang berhalangan untuk mengajar, atau mungkin ketika masih mengajar kelas lain. Mobile edukasi atau mobile learning ini menyajikan pembelajaran mandiri yang semua terpusat atau terlayani melalui perangkat komputer atau smartphone. Oleh sebab itu, agar media pembelajaran tipe ini dapat memfasilitasi belajar peserta didik dengan baik maka perlu menyediakan hal-hal berikut dalam media pembelajarannya :
  1. Daftar tujuan pembelajaran
  2. Petunjuk untuk mencapai tujuan pembelajaran (petunjuk belajar)
  3. Materi Pembelajaran
  4. Petunjuk untuk evaluasi mandiri/kuis peserta didik.
Mobile edukasi atau mobile learning pada era ini perlu menjadi pertimbangan bagi para pendidik guna diterapkan dalam pembelajaran pada era digitalisasi seperti saat ini. Data tentang pengguna smartphone di Indonesia sebagaimana informasi dari Kemenkominfo yang dilansir dalam Media Indonesia (07/03/2021) mengatakan bahwa jumlah pengguna ponsel pintar mencapai 167 juta orang atau 89% dari total penduduk Indonesia. Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat Indonesia saat ini sudah banyak yang memiliki smartphone dan kemungkinan lebih sering membuka smartphone-nya jika dibandingan dengan peralatan elektronik lain seperti, laptop, komputer, atau televisi. Selain itu data dari Statcounter (gs.statcounter.com) per September 2021, smartphone dengan sistem operasi Android masih merajai di Indonesia dengan jumlah pengguna sebesar 90,7% dari seluruh pengguna smartphone di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan potensi besar agar guru dapat menciptakan atau mengembangkan media pembelajaran yang dapat diakses melalui smartphone bersistem operasi Android. Terdapat dua opsi untuk menciptakan media pembelajaran yang dapat diakses secara baik melalui smartphone. Pertama, membuat media pembelajaran dengan format file umum seperti *.pdf atau format umum lainnya, dalam artian pengguna hanya perlu membuka file media pembelajaran tersebut tanpa meng-install aplikasi penunjang lagi. Kedua, membuat atau mengembangkan aplikasi berbasis android yang didalamnya terdapat konten pembelajaran. Guru perlu menciptakan sebuah aplikasi mobile edukasi yang dapat di-install di smartphone pengguna atau peserta didik. Opsi kedua ini, untuk selanjutnya dapat disebut sebagai mobile edukasi atau mobile learning

Kendala utama yang terjadi saat ini ialah sulitnya guru dalam menciptakan atau mengembangkan mobile edukasi secara mandiri, dikarenakan belum tersedianya sebuah alat/aplikasi (tool) yang mudah untuk dapat menciptakan mobile edukasi. Alat utama untuk menciptakan aplikasi berbasis android saat ini ialah Android Studio besutan Google yang memerlukan seseorang dengan kemampuan pemograman khusus untuk dapat menjalankannya. Sedangkan bagi seorang guru, sulit sekali menjangkau atau menguasai kemampuan pemograman. Oleh sebab itulah, pada kesempatan ini kami akan memberikan solusi mudah tentang bagaimana cara membuat atau menciptakan mobile edukasi berbasis android hanya menggunakan Microsoft PowerPoint. Sebuah aplikasi yang tentu sangat familiar bagi kalangan guru atau praktisi pendidikan.


Aplikasi yang Dibutuhkan

Mobile edukasi yang dapat diciptakan melalui Microsoft PowerPoint memiliki beberapa persyaratan khusus agar dapat berjalan dengan baik, karena sebenarnya cara yang akan kita lakukan ini tergolong bukan cara yang umum dalam membuat sebuah aplikasi berbasis android, tetapi secara umum dapat berjalan dengan baik ketika diterapkan atau dijalankan dalam sebuah smartphone android. Aplikasi berikut ini menjadi persyaratan yang wajib kita penuhi dan wajib ter-install dalam laptop atau komputer :
  1. Microsoft PowerPoint, aplikasi yang biasa digunakan untuk membuat slide presentasi ini. Disarankan untuk menggunakan yang versi 2010 ke atas agar memiliki dukungan yang baik terhadap aplikasi pendukung lainnya.
  2. ISpring Suite 9, aplikasi ini digunakan untuk mengubah project powerpoint (ppt atau pptx) menjadi file html (format file untuk website). Aplikasi ini akan terintegrasi secara otomatis ke dalam aplikasi Microsoft PowerPoint. File : Unduh ISpring Suite 9 (Password Rar : programsix)
  3. Java, aplikasi ini digunakan sebagai prasyarat dari aplikasi Web 2 Apk Builder. Jika aplikasi ini tidak terpasang maka konsekuensinya ialah aplikasi Web 2 Apk Builder juga tidak dapat digunakan. File : Unduh Java
  4. Web 2 Apk Builder, aplikasi ini sebagai converter atau pengubah paket dari format html menjadi *.apk sehingga dapat di-install dan dibuka di android. Secara konsep ialah aplikasi yang dihasilkan dari hasil ubahan tersebut ialah berupa webview dari slide powerpoint yang sudah dibuat. File : Unduh Web 2 Apk Builder 4 Portable
Aplikasi yang dibutuhkan memang tergolong cukup banyak ya. Jadi silahkan pastikan semua aplikasi tersebut ter-install dengan sempurna di laptop atau komputer yang akan kita gunakan atau jika aplikasi tersebut bersifat portable maka pastikan aplikasi tersebut berjalan baik, karena aplikasi portable memang tidak perlu dilakukan instalasi untuk menggunakannya.

Catatan :
Penanganan Error "api-ms-win-...bla...bla...bla...-l1-1-0.dll is missing" ketika membuka Web 2 Apk Builder (khusus sistem operasi windows 64 bit). Lakukan langkah berikut apabila menemui pesan error ketika membuka aplikasi Web 2 Apk Builder. Silahkan unduh obatnya di sini terlebih dahulu! File : Unduh Obat Error File *.dll is Missing. Setelah anda unduh file tersebut, silahkan ekstrak semua file yang ada di dalamnya, lalu copy semua file tersebut ke C:\Windows\SysWOW64.


Membuat Halaman Mobile Edukasi di Microsoft PowerPoint

Langkah pertama ialah membuat desain atau rancangan tampilan halaman mobile edukasi melalui aplikasi Microsoft PowerPoint. Sajikan media pembelajaran secara menarik, lengkapi dengan sajian multimedia yang meliputi elemen teks, gambar, suara, dan video/animasi. Pada langkah pertama ini diasumsikan kita semua sudah mahir menggunakan Microsoft PowerPoint. Langkah pertama ini menjadi langkah yang sangat penting karena pada langkah inilah yang akan menentukan tampilan akhir dari mobile edukasi kita nanti. Oleh sebab itu, sebelum membuat rancangan atau desain media pembelajaran, alangkah baiknya kita pelajari terlebih dahulu mengenai hal-hal berikut ini :
  1. Prinsip Desain Multimedia Pembelajaran, berkaitan dengan prinsip-prinsip desain dalam multimedia pembelajaran yakni tentang bagaimana membuat sebuah rancangan multimedia pembelajaran yang efektif digunakan oleh peserta didik.
  2. Prinsip Visual Multimedia Pembelajaran, berkaitan dengan prinsip-prinsip visual yang direkomendasikan dalam membuat multimedia pembelajaran, seperti pemilihan elemen-elemen, menentukan pola, dan penyusunan elemen ke dalam pola yang ditentukan. Termasuk pemilihan skema warna.
  3. Unsur-unsur Multimedia Pembelajaran, berkaitan dengan fitur-fitur yang harus ada dalam sebuah multimedia pembelajaran. (Baca: Unsur – Unsur Multimedia Pembelajaran #1: Introduction Of A Program & Learner Control dan Unsur – Unsur Multimedia Pembelajaran #2: Presentation Of Information, Providing Help, & Ending A Program)
Hal yang cukup penting yang perlu kita lakukan ialah membuat atau menyediakan tombol untuk navigasi setiap halaman, mengingat mobile edukasi ini sebagian besar akan digunakan secara mandiri oleh peserta didik. Jangan sampai terdapat halaman mati artinya pengguna tidak dapat mengakses halaman lain dalam aplikasi setelah masuk ke suatu halaman tertentu. Oleh sebab itu, sekali lagi jangan sampai lupa untuk meletakkan tombol yang berfungsi menavigasi pengguna ke halaman yang lain. Perihal yang berkaitan dengan desain, kita dapat mencari referensi dan mengunduhnya dari berbagai sumber di internet. Mobile edukasi yang akan dibuat juga perlu memperhatikan sasaran pengguna (usia anak-anak atau dewasa), karena hal tersebut menentukan desain mobile edukasi yang harus kita buat.

Pengaturan pada aplikasi Microsoft PowerPoint yang harus dilakukan sebelum kita merancang tampilan mobile edukasi ialah Slide Size atau ukuran slide. Hal tersebut dilakukan agar tampilannya sesuai untuk  rasio layar pada smartphone. Cara pengaturan Slide Size pada Microsoft PowerPoint ialah sebagai berikut :
1. Pada aplikasi Microsoft PowerPoint buka tab Design > Pilih Custom Slide Size. Seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

2. Pada bagian Slide sized for pilih opsi On-screen Show (16:9) agar sesuai dengan resolusi mayoritas smartphone saat ini. Kemudian pada bagian Oritentation pilih opsi Potrait atau Landscape, silahkan sesuaikan dengan rancangan tata letak yang diinginkan.

3. Jika sudah klik OK. Setelah itu kita dapat merancang dan menyusun konten mobile edukasi sesuai prinsip-prinsip desain dan visual multimedia pembelajaran.


Mengatur Project dari ISpring Suite 9

Langkah-langkah teknis dalam mengatur project Microsoft PowerPoint dari ISpring Suite 9 ialah sebagai berikut :

1. Jika semua hal sudah dipersiapkan, maka kita mulai proses perancangannya melalui aplikasi Microsoft PowerPoint hingga seluruh halaman mobile edukasi yang diinginkan selesai dibuat.

Gambar. Rancangan Mobile Edukasi melalui aplikasi Microsoft PowerPoint

2. Pilih tab ISpring Suite 9 > Player (fitur tersebut muncul di Microsoft PowerPoint setelah laptop ter-install ISpring Suite 9). Pada langkah ini kita atur terlebih dahulu bentuk player yang akan digunakan, pilih yang None (Slide Only).

3. Setelah itu, kita atur skema warnanya. Pilih menu Colors, kemudian pada bagian Page Background pilih warna sesuai warna background yang anda pakai di halaman slide. Klik pada kotak warna disamping tulisan Page Background, lalu pilih warna yang sama dengan warna background yang digunakan (untuk memudahkan dalam menyamakan warnanya, gunakan fitur pick color).

4. Setelah itu pilih Apply & Close, untuk menyimpan semua pengaturan yang sudah dilakukan.


Menambahkan Quiz dari ISpring Suite 9

ISpring Suite 9 juga memberikan fasilitas untuk menambahkan quiz dalam project Microsoft PowerPoint yang sudah dibuat. Hal ini tentu memudahkan bagi guru untuk menambahkan fitur evaluasi dalam mobile edukasi yang dibuatnya. Langkah-langkah dalam menambahkan quiz dalam project Microsoft PowerPoint dari menu ISpring Suite 9 ialah sebagai berikut :

1. Sediakan sebuah slide kosong pada project Microsoft PowerPoint, dan pastikan slide tersebut terseleksi. Halaman quiz akan otomatis ditempatkan pada slide tersebut setelah kita selesai melakukan pengaturan.

2. Pada aplikasi Microsoft PowerPoint, pilih menu ISpring Suite 9 > Quiz. Maka, akan terbuka jendela iSpring QuizMaker seperti berikut ini. Kemudian pilih Graded Quiz (untuk membuat soal yang menghasilkan nilai/skor).

3. Pilih menu Questions, kemudian pilih jenis tipe soal yang ingin ditambahkan. Sebagai contoh, kita akan membuat soal bertipe Multiple Choice (Pilihan Ganda), klik pada opsi Multiple Choice.

4.Tuliskan soalnya pada bagian Multiple Choice Question, dan jawaban pada bagian Choices. Jangan lupa untuk menentukan jawaban yang bernilai benar dengan cara menandai pada kolom Correct pada bagian Choices. Tentukan juga nilai/skor jika peserta didik menjawab soal dengan benar pada bagian Feedback and Branching > Correct > Score.

5.  Lakukan cara yang sama jika ingin menambahkan soal berikutnya. Jika seluruh soal sudah anda masukkan dan atur maka klik Save and Return to Cource. Maka pada project Microsoft PowerPoint akan otomatis ditambahkan halaman quiz yang sudah dibuat.


Mengubah Project Microsoft PowerPoint menjadi File HTML Menggunakan ISpring Suite 9

Langkah-langkah teknis dalam mengubah dari project Microsoft PowerPoint menjadi file HTML menggunakan ISpring Suite 9 ialah sebagai berikut :

1. Pada aplikasi Microsoft PowerPoint, pilih menu ISpring Suite 9 > Publish. Maka, akan terbuka jendela Publish Presentation seperti berikut ini. Pada bagian ini kita bisa tentukan nama project dan folder tempat project disimpan.

Pastikan pengaturannya sesuai pada gambar tersebut untuk mendapatkan kualitas terbaik. Terutama pada bagian berikut ini :
  • Format : HTML5
  • Size : Fit to browser window
  • Quality : For standar delivery
2. Jika pengaturan sudah sesuai maka klik tombol Publish. Tunggu hingga proses pembuatan file html selesai dan memunculkan jendela seperti pada gambar berikut. 

3. Tutup jendela iSpring Suite penanda publikasi telah selesai tersebut. Anda juga dapat menutup jendela Microsoft PowerPoint.


Mengubah File HTML Hasil dari ISpring Suite Menjadi Format Aplikasi Android Menggunakan Web 2 Apk Builder 

Jika kita sudah pada tahap ini, maka ini ialah tahap paling terakhir dari keseluruhan kegiatan pengembangan mobile edukasi berbasis android menggunakan Microsoft PowerPoint. Pada tahap ini kita melakukan pemaketan file html yang di-publish melalui ISpring Suite menjadi sebuah paket instalasi aplikasi android atau *.apk. Langkah-langkah yang perlu kita lakukan ialah sebagai berikut :

1. Buka aplikasi Web 2 Apk Builder yang sudah terinstal, jika aplikasi tersebut berbentuk portable maka langsung dapat dibuka tanpa instalasi. Pastikan aplikasi Java telah ter-install dengan sempurna.

2. Tampilan jika aplikasi Web 2 Apk Builder telah terbuka ialah seperti berikut ini. Pada bagian Website type to Convert pilih opsi Local HTML Website.

Pengaturan selanjutnya yang perlu dilakukan ialah sebagai berikut :
  • App Title : Tulis judul mobile edukasi yang dibuat.
  • Package Name : Tulis nama paket instalasinya, biasanya diawali nama domain. Contoh : com.space.adventure.
  • Version : Tentukan versi dari mobile edukasi yang dibuat. Pada poin ini menyesuaikan keinginan si pembuat.
  • App Orientation : Pilih orientasi dari mobile edukasi, secara default akan terpilih Auto Rotate.
  • Output Directory : Pilih folder yang akan dijadikan tempat penyimpanan file *.apk.
  • App Exit Text : Tentukan kalimat yang akan muncul ketika konfirmasi aplikasi keluar. Secara default kalimat yang digunakan ialah bahasa inggris. Untuk mengubahnya menjadi bahasa indonesia cukup ganti dengan mengetiknya secara manual.
  • Directory of Local Website : Cari folder hasil publikasi dari ISpring Suite yang sudah dilakukan tadi. Ciri-ciri folder hasil publikasi ISpring Suite ialah terdapat kata "(Published)".
  • Customize Material Color Scheme : Tentukan skema warna atau tema warna yang diinginkan. Pilih warna sesuai dengan nuansa warna yang kita pilih pada project Microsoft PowerPoint yang sudah dibuat
  • Change Icon : Ubah icon aplikasi yang ingin digunakan. Pastikan ukurannya ialah 512 x 512 pixel berformat gambar *.jpg atau *.png.
  • Extras : Pilih beberapa opsi pengaturan tambahan yang sesuai dengan keinginan. Rekomendasi dari kami untuk opsi extras apa saja yang perlu dipilih atau diaktifkan ialah seperti pada gambar di atas.
3. Jika seluruh pengaturan sudah selesai, selanjutnya klik tombol Generate Apk, klik OK jika muncul sebuah peringatan. Tunggu hingga seluruh prosesnya selesai dan muncul kotak dialog seperti pada gambar berikut. Catatan : Pastikan laptop/komputer terkoneksi dengan internet.

4. Klik Finish. Lalu cari file *.apk di folder output/ Output Diretory yang sudah ditentukan tadi. Pindahkan file *.apk tersebut ke smartphone lalu install.


Tampilan Mobile Edukasi di Smartphone Android

Setelah file *.apk selesai dibuat, maka langkah selanjutnya ialah memindahkan file instalasi dari mobile edukasi tersebut ke smartphone. Kemudian lakukan langkah instalasi dengan membuka file *.apk tersebut melalui smartphone, maka secara otomatis aplikasi mobile edukasi yang sudah kita buat akan terpasang di smartphone android kita. Lakukan cara yang sama untuk melakukan instalasi ke smartphone pengguna atau peserta didik. Sebagai guru, kita cukup memberikan file *.apk tersebut kepada mereka. Tampilan mobile edukasi atau mobile learning yang sudah dibuat tadi kurang lebih akan seperti disajikan pada gambar berikut.

Gambar. Tampilan Mobile Edukasi yang dibuat Menggunakan Microsoft PowerPoint

Baiklah rekan-rekan, itulah cara membuat mobile edukasi atau mobile learning yang tergolong cukup mudah dalam hal pembuatannya. Semoga dengan hadirnya tutorial atau panduan ini semakin meningkatkan kesiapan dan inovasi belajar di era digitalisasi seperti saat ini, serta semakin mempermudah peserta didik dalam belajar. Salam Teknologi Pendidikan !!





Referensi Informasi :

Media Indonesia (2021). Kemenkominfo: 89% Penduduk Indonesia Gunakan Smartphone. Diakses pada 4 Oktober 2021. Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/389057/kemenkominfo-89-penduduk-indonesia-gunakan-smartphone

Statcounter GlobalStat. (2021). Mobile Operating System Market Share Indonesia  Sept 2020 - Sept 2021. Diakses pada 4 Oktober 2021. Sumber: https://gs.statcounter.com/os-market-share/mobile/indonesia


Yoga Prismanata

Saya adalah seorang penggiat di dunia pendidikan. Konsentrasi saya sekarang ialah dalam hal teknologi pendidikan dan pendidikan geografi. Saya sangat suka dalam menciptakan karya, baik berupa tulisan maupun media pembelajaran.

Posting Komentar

Kami ucapkan terima kasih telah mengunjungi dan membaca tulisan di website kami. Silahkan sampaikan kritik, saran, dan diskusi melalui kolom komentar.

Lebih baru Lebih lama