30 Mei 2021

Blogger Website Instant (Bagian 4) : Menulis Postingan yang Rapi Sesuai Prinsip SEO

Gambar. Blogger Website Instant
(Sumber : freepik.com)

Halo, rekan-rekan semuanya !! Kembali lagi pada pembahasan Blogger Website Instant. Sesuai dengan yang sudah kami sampaikan pada artikel sebelumnya, Bloger Website Instant sendiri ialah sebuah seri tulisan yang mengupas tentang cara membangun website secara mudah dan cepat, plus satu lagi yaitu murah. Pada Bloger Website Instant bagian ini, kita akan bersama-sama belajar bagaimana cara menulis atau membuat postingan yang rapi dan bagus serta sesuai dengan prinsip-prinsip SEO. Kenapa tulisan di website atau blog kita harus dibuat rapi? Alasan pertama tentu untuk membantu pengguna atau pembaca untuk lebih mudah membaca atau mempelajari konten yang sedang kita sajian sehingga pengguna suka dan nyaman dengan konten kita, kemudian alasan kedua ialah agar search engine Google lebih mudah melakukan perayapan (crawling) sehingga halaman konten kita akan cepat terindeks oleh search engine.

Pada kesempatan ini kita akan fokus membahas tentang cara menyusun struktur tulisan yang rapi di website/blog, bukan kepada cara menulis konten/isi dari tulisan itu sendiri. Kami akui menulis memanglah memiliki seni tersendiri, dan kemampuan menulis akan meningkat seiring waktu dan seiring kita rajin menulis. Namun, pada pembahasan ini kita fokuskan kepada bagaimana membuat struktur yang rapi dan enak dilihat oleh pengguna atau pembaca, terlepas dari konten atau tulisan tersebut enak dibaca atau tidak. Seperti yang dijelaskan tadi, struktur tulisan yang bagus akan mudah dikenali oleh search engine Google. Prinsip ini termasuk On-page Optimization dalam SEO (Baca : SEO (Search Engine Optimization) : Pengenalan, Konsep Dasar, Dan Teknis Penerapannya). Silahkan simak beberapa tips sederhana agar tulisan pada website/blog menjadi lebih rapi dan terstruktur seperti berikut ini :

Penulisan Judul yang Efektif & Click-Baity

Judul adalah satu komponen penting dalam sebuah artikel. Hal tersebut dikarenakan judul merupakan satu hal yang paling awal dibaca oleh user atau pembaca artikel kita. Ada beberapa tips yang dapat kami bagikan agar judul artikel menjadi penarik atau pemicu seseorang untuk membuka artikel dan membacanya, berikut tips dari kami :
  • Judul artikel tidak terlalu panjang, panjang efektif sebuah judul tidak lebih dari 50-60 karakter. Namun, apabila tidak memungkinkan jika hanya ditulis dalam 50-60 karakter, maka boleh hingga kurang lebih 90 karakter.
  • Judul dapat menggambarkan atau berhubungan dengan isi/konten artikel.
  • Judul perlu dibuat menarik perhatian agar user membuka artikel yang akan kita posting.
  • Tempatkan kata yang dijadikan target kata kunci (keyword) dalam judul untuk memaksimalkan SEO.

Penulisan Konten atau Isi Artikel

Konten atau isi merupakan jantung dari artikel yang kita posting. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bagi kita sebagai seorang penulis di website atau blog. Konten atau isi artikel tersebut perlu disusun secara tepat, baik dari segi penulisan maupun struktur tulisan. Tujuannya agar artikel atau tulisan tersebut nyaman dan enak dibaca oleh user. Terlebih untuk artikel atau konten yang dipublikasikan melalui media digital seperti website atau blog, maka struktur tulisan menjadi faktor penting agar mesin pencari dapat dengan mudah merayapi atau mendeteksi tulisan kita, serta dapat menampilkannya di hasil pencarian google. Dengan begitu, tulisan kita akan semakin banyak yang membaca dan populer. Beberapa tips yang dapat kami bagikan ialah sebagai berikut :
  • Buatlah Sub-Bab atau Sub-Judul Pada Tulisan
Sub-bab atau sub-judul ini berfungsi sebagai pengelompokan atau penggolongan khusus dari sebuah tulisan. Hal tersebut akan mempermudah user atau pembaca dalam menemukan pokok pikiran dalam sebuah artikel, selain itu juga akan mempermudah bagi user atau pembaca yang hanya ingin mencari topik atau bagian tertentu dalam tulisan yang kita susun.
Secara teknis dalam SEO, maka pemberian sub-bab atau sub-judul sangat berperan untuk meningkatkan tingkat pendeteksian oleh mesin pencari terhadap artikel kita di website. Mesin pencari akan dapat mendeteksi sub-bab atau sub-judul sebagai daftar isi, sehingga mesin pencari dapat mengetahui artikel atau tulisan tersebut berisi tentang apa. Oleh sebab itu dalam pengaturan penulisan di Blogger perlu dilakukan hal tersebut untuk menentukan mana teks yang merupakan sub-bab/sub-judul, dan manakah yang merupakan paragraf biasa. Panduannya ialah sebagai berikut :
  1. Pastikan sudah masuk dalam halaman penulisan artikel/postingan.
  2. Temukan teks yang akan dijadikan sub-bab/sub-judul, kemudian blok pada bagian tersebut.
  3. Pilihlah jenis struktur tulisannya yaitu "Subjudul", melalui cara seperti yang terlihat di gambar berikut.


  • Berikan Penomoran (Numbering) pada Tulisan
Pemberian nomor atau numbering pada tulisan atau artikel selain berfungsi untuk menunjukkan bagian-bagian dari sub-bab/sub-judul, secara teknis dalam SEO merupakan bagian dari struktur tulisan yang dapat membuat mudah mesin pencari untuk melakukan pendeteksian terhadap artikel yang kita susun. Pemberian nomor (numbering) pada Blogger, silahkan ikuti panduan berikut ini :  
  1. Temukan bagian teks yang akan diberi penomoran, pastikan setiap baris teks sudah dipisahkan oleh 1 kali enter.
  2. Blok pada bagian tersebut, lalu pilih jenis penomorannya (bullet atau number) dengan cara klik bagian yang diberi tanda panah merah seperti pada gambar berikut.

  • Buatlah Tulisan Rata Kiri-Kanan (Justify)
Sebagaimana kita menulis di Microsoft Word yang dapat mengatur perataan (alignment) pada tulisan yang kita susun, maka dalam menyusun artikel atau postingan dalam website juga memiliki kemampuan serupa. Kita dapat mengatur perataan pada tulisan yang kita susun di website atau blog. Tulisan pada website atau blog sangat disarankan menggunakan peraatan kiri-kanan atau justify. Perataan tipe ini lebih bertujuan untuk estetika sebuah tulisan agar terlihat rapi dan baik, sehingga nyaman ketika dibaca. Akan tetapi yang perlu dijadikan perhatian ialah apabila ada suatu bagian yang dirasa ingin dibuat jenis perataan yang lain maka tetap diperbolehkan. Silahkan disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan. Cara melakukan perataan pada Blogger ialah sebagai berikut :
  1. Temukan bagian teks yang ingin diatur jenis peraatannya, kemudian blok pada bagian tersebut.
  2. Klik bagian yang diberi tanda panah merah, lalu pilih pilih jenis perataan justify yakni "Ratakan" sebagaimana yang terlihat pada gambar berikut.

  • Sertakan Link Artikel Lain yang Berkaitan
Artikel yang berkaitan yang dimaksud ialah artikel yang mungkin menjadi prasyarat sebelum seorang user membaca artikel yang sedang atau akan ia baca agar bisa memahaminya, atau merupakan artikel yang memiliki hubungan saja tanpa menjadi prasyarat agar memahaminya, atau bahkan hanya artikel rekomendasi dari penulis yang dapat user baca selain artikel yang pada saat tersebut ia baca. Secara teknis dalam SEO, link artikel dalam tulisan merupakan bagian dari Off-Page Optimization yang berfungsi agar user tidak segera keluar dari website atau blog kita dan tetap membuka halaman website kita melalui link artikel lain dalam website kita tersebut ke dalam tulisan. Cara pencantuman link artikel lain yang berkaitan tersebut pada Blogger ialah sebagai berikut :
1. Tulislah teks yang akan dibuat sebagai link, jika sudah maka blok teks bagian tersebut. Kemudian klik tombol atau logo yang ditunjukkan menggunakan tanda panah merah.

2. Masukkan link atau tautan URL artikel yang berkaitan tersebut. Jika ingin halaman artikel tersebut terbuka di tab baru browser maka centang pada "Buka link ini di jendela baru".

  • Penempatan Gambar yang Tepat
Gambar merupakan elemen pendukung dan sekaligus elemen yang paling sering digunakan dalam sebuah artikel di website atau blog. Mengenai penempatan atau tata letak gambar dalam sebuah artikel atau postingan di website, setiap penulis memiliki selera masing-masing. Hal tersebut sangat lumrah, dikarenakan bentuk ekspresi penulis untuk memvisualkan suatu penjelasan yang tidak cukup dijelaskan melalui tulisan. Terkhusus penyusunan tulisan dalam Blogger, maka kami memberikan tips agar gambar diletakkan diantara dua paragraf, atau usahakan tidak berada diantara tulisan (biasanya kasus seperti ini akibat tulisan yang copy & paste langsung dari Microsoft Word, sehingga tata letak gambarnya sulit diatur). Selanjutnya, mengenai ukuran gambarnya dengan melihat tren saat ini maka ukuran gambar atur pada ukuran "Sangat Besar". Cara pengaturannya ialah sebagai berikut :
  1. Pilih/klik gambar yang dimaksud.
  2. Kemudian klik tanda panah merah, sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar berikut.

  • Hindari Copy & Paste Tulisan dari Microsoft Word
Kesalahan yang dilakukan sebagian besar penulis ialah menulis artikelnya pada sebuah aplikasi seperti Microsoft Word, kemudian setelah selesai baru menyalinnya atau copy & paste ke kolom postingan artikel di website atau blog. Jika hal tersebut dilakukan maka akan beresiko merusak format penulisannya, sebab kemungkinan besar antara aplikasi seperti Microsoft Word dan kolom penulisan di website/blog memiliki format yang berbeda. Alhasil, tulisan akan terlihat tidak rapi dan tidak konsisten. Kami rekomendasikan untuk langsung menulis di kolom penulisan postingan di website atau blog. Semisal ingin copy & paste tulisan dari Microsoft Word, maka solusinya ialah sebagai berikut :
  1. Copy tulisan yang ada di Microsoft Word.
  2. Klik kanan pada kolom penulisan di website/blog, kemudian pilih "paste as plain text" atau langsung tekan CTRL+SHIFT+V.

Pengaturan Artikel/Postingan

Gambar. Setelan Entri Blogger
  • Sertakan Label Postingan
Pada setelan entri Blogger yang terletak di sebelah kanan kolom penulisan postingan, silahkan tulis label tulisan/artikel yang akan dipublikasikan. Jika sebelumnya sudah pernah memakai label tersebut di artikel sebelumnya, maka tinggal dipilih saja label yang sesuai dengan artikel yang baru tersebut. Label artikel atau postingan pada website atau blog sangat berguna bagi user untuk mencari artikel di website kita berdasarkan kategori label yang telah kita buat.

  • Ubah URL Postingan (Opsional)
URL postingan pada Blogger akan di-generate atau dibuat secara otomatis berdasarkan judul yang kita inputkan pada kolom judul. Jika menggunakan URL postingan yang dibuat secara otomatis tersebut, maka judul postingan akan terlihat terlalu panjang sehingga secara teknis SEO hal tersebut tidak efektif. Oleh sebab itu lakukan hal-hal berikut ini :
  1. Klik "Permalink" pada setelah entri.
  2. Pilih "Permalink Khusus", kemudian tuliskan URL yang diinginkan. Setiap kata pada URL pisahkan menggunakan dash (-), gunakan kata yang menjadi target keyword, dan gunakan maksimal 3-5 kata saja. Contoh : menulis-postingan-rapi-sesuai-seo, dsb.

  • Cantumkan Deskripsi Penelusuran (Opsional)
Deskripsi merupakan penjabaran yang lebih rinci dari judul yang sudah dibuat. Pada sebuah website kita bisa menuliskan meta description untuk memudahkan mesin pencari untuk mendeteksi artikel yang sudah kita publikasikan. Deskripsi penelurusan ini sering kali dilewatkan oleh seorang penulis, padahal fungsinya cukup penting untuk proses pengindeksan artikel kita ke halaman pencarian. Untuk menulis deksripsi penelusuran, caranya ialah sebagai berikut :
  1. Klik "Deskripsi Penelusuran" pada setelan entri.
  2. Tulis deskripsi dari artikel yang diinginkan maksimal 150 karakter, pastikan deskripsi tersebut mengandung keyword yang ditargetkan.
Jika menu "Deskripsi Penelusuran" belum muncul pada setelan entri, maka terlebih dahulu aktifkan melalui halaman Setelan di Blogger, kemudian cari Tag Meta. Klik pada "Aktifkan deskripsi penelusuran", seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.

Baiklah rekan-rekan !! demikianlah artikel kami mengenai bagaimana cara menulis dan menyusun postingan atau artikel yang rapi serta sesuai dengan prinsip-prinsip pada SEO (Search Engine Optimization). Semoga bermanfaat, nantikan artikel kami selanjutnya. Terima kasih.

6 Mei 2021

SEO (Search Engine Optimization) : Pengenalan, Konsep Dasar, dan Teknis Penerapannya

Gambar. SEO (Search Engine Optimization)


SEO atau Search Engine Optimization yang secara singkat dapat disebut sebagai proses pengoptimalan agar website dapat terpilih oleh mesin pencari (Search Engine) untuk muncul di halaman atas atau halaman pertama pencarian menggunakan kata kunci tertentu. Untuk dapat membuat website kita dapat tampil di halaman pertama atau bahkan urutan pertama pada pencarian, kita perlu mengupayakan beberapa hal dan biasanya hal tersebut cukup memerlukan waktu. Istilah lain ada yang disebut dengan SEM atau Search Engine Marketing yaitu suatu layanan pengiklanan dari mesin pencari (Google). Kita dapat dengan mudah untuk tampil pada pencarian teratas mesin pencari secara cepat yakni dengan cara mengiklankan website kita ke Google Ads. Konsekuensinya ialah kita harus membayar ke Google untuk menikmati layanan tersebut. Jika SEM bersifat berbayar, maka SEO bersifat gratis. Penting bagi kita untuk dapat menguasai SEO sebab selain tidak berbayar, pengoptimalan search engine untuk website menggunakan SEO dapat bertahan lebih lama di halaman pertama pencarian Google. 

SEO tersebut sangat bermanfaat bagi kita yang memiliki sebuah website serta berkeinginan untuk dapat menaikkan trafik pengunjung, terlebih untuk tujuan pemasaran atau marketing produk/jasa. Pada SEO terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan, seperti :
  1. Keyword Research yakni proses observasi dan analisis tentang kata kunci yang sering digunakan oleh user.
  2. Competitive Research yakni proses observasi dan analisis terhadap kompetitor-kompetitor pada bidang yang sama 
  3. On-page Optimization yakni pembuatan konten yang berkualitas dan pengoptimalan halamannya.
  4. Off-page Optimization yakni konsep tentang backlink atau tautan ekternal yang menuju ke halaman website kita.
Setidaknya, secara umum terdapat 4 langkah atau tahapan tersebut yang perlu dilakukan oleh para pelaku SEO. Baiklah mari kita bahas satu per satu !!

Keyword Research

Keyword research merupakan langkah observasi dan analisis kata kunci yang relevan dengan konten website atau bisnis yang kita miliki. Hasil akhir yang diharapkan ialah daftar kata kunci atau keywords yang paling relevan dengan konten website atau bisnis kita, disertai dengan volume atau besaran rata-rata pencariannya (average monthly search volume).

Beberapa konsep yang perlu dipahami mengenai kata kunci atau keyword pada search engine akan dijelaskan seperti berikut :

 Jenis keywords Berdasarkan Tujuan Pengguna
  • Informational Keyword, yaitu kata kunci yang digunakan hanya untuk mencari informasi. Kata kunci tipe ini merupakan kata kunci yang paling banyak digunakan, karena memang hanya untuk mencari informasi saja. Contoh kata kuncinya ialah "Cara memasukkan soal di e-learning", dst.
  • Transactional Keyword, yaitu kata kunci yang digunakan untuk mencari dan membeli suatu produk atau barang. Kata kunci tipe ini memiliki nilai yang cukup tinggi, sebab biasanya orang yang menggunakan kata kunci ini di search engine ialah orang yang sudah memiliki niat untuk membeli produk/barang. Kata kunci ini sangat cocok untuk ditargetkan para pelaku bisnis. Contoh kata kuncinya ialah "Jual madu murni", "Jasa pembuatan website", dst.
  • Navigational Keyword, yaitu kata kunci yang digunakan oleh pengguna untuk mencari sesuatu hal yang sudah mereka ketahui, akan tetapi tidak mengetahui alamat website-nya apa. Contoh kata kuncinya ialah "eduprisma" untuk mengetahui alamat eduprisma.com.
 Jenis keywords Berdasarkan Panjang Katanya
  • Short Tail, yaitu kata kunci yang terdiri dari 1-2 kata atau kadang sampai 3 kata. Contoh : "Jual Madu, Jual Madu Asli". Kata kunci short tail memiliki pencarian yang lebih banyak atau trafik yang tinggi, karena hanya menggunakan 2-3 kata maka persaingan tinggi akan tapi kurang mempunyai purchase intent (keinginan pengguna untuk membeli) karena terlalu luas.
  • Long Tail, yaitu kata kunci yang terdiri lebih dari 3 kata. Contoh : "Jual Madu Murni 500 ml, Jual Handphone Asus Zenfone 6, dst". Kata kunci long tail memiliki pencarian yang lebih sedikit atau trafik rendah, karena menggunakan kata kunci lebih dari 3 kata (lebih spesifik) maka persaingan rendah, lebih punya purchase intent (keinginan pengguna untuk membeli) yang tinggi.
Kata kunci atau keyword yang ditargetkan haruslah relevan dengan tujuan yang diinginkan atau relevan dengan bisnis yang sedang ditekuni. Sebagai contoh, informational keyword dan short tail keyword sesuai untuk website yang bersifat informasi atau tutorial. Sedangkan transactional keyword dan long tail keyword sangat sesuai untuk mendukung digital marketing untuk bisnis agar dapat meningkatkan penjualan. Langkah-langkah melakukan keyword research, ialah sebagai berikut :
  1. Tentukan "seed keywords", dari penawaran bisnis/website kita dan dari bertanya ke target user apa kata kunci yang mereka cari di Google;
  2. Validasikan dengan cara mengetik di Google;
  3. Gunakan tools untuk mendapatkan search volume dan keywords terkait. Salah satunya adalah Uber Suggest dari NeilPatel.com. Selain untuk keyword research, tools ini bisa digunakan untuk competitor research;
  4. Masukkan keyword dari langkah sebelumnya satu per satu ke tools ini;
  5. Download hasilnya, beserta keywords terkait dari keyword awal tadi;
  6. Kompilasi hasilnya dan lakukan analisis hingga kita mendapatkan keywords sesuai kriteria;
  7. Hasil akhirnya berupa daftar keywords. Masing-masing keyword ini akan memiliki page-nya masing-masing. 

Competitive Research

Competitive research atau competitor research merupakan tahapan analisis dan observasi yang kita lakukan terhadap lawan atau kompetitor dalam konteks "konten website" atau "bisnis. Tujuan akhir competitor research adalah mengetahui strategi SEO yang dilakukan oleh kompetitor. Manfaat dari competitor research ialah sebagai berikut :
  • Daftar siapa saja kompetitor kita.
  • Keywords yang mendatangkan traffic ke website kompetitor.
  • Strategi konten kompetitor.
  • Backlinks yang kompetitor dapatkan.
Setelah mendapatkan keempat data tersebut dari kompetitor, harapannya ialah kita dapat meniru atau bahkan terpacu untuk melakukan strategi yang lebih baik lagi, sehingga website kita akan mendapatkan hasil lebih baik dari kompetitor dalam halaman pencarian. Proses yang perlu dilewati dalam competitor research ialah sebagai berikut :
  1. Masukkan target keywords ke search engine.
  2. Perhatikan top 3 sampai 5 dari setiap keyword itu.
  3. Buka satu persatu, lihat apa saja yang kompetitor tawarkan di websitenya, seperti apa title-nya, deskripsinya, URL-nya, konten, fitur khusus, penawaran spesial, dan sebagainya.
  4. Buka Uber Suggest, masukkan url kompetitor tersebut. Menu-menu di Uber Suggest menunjukkan berbagai hal yang dari kompetitor, seperti berikut ini :
  • "Keywords" - untuk melihat keywords yang masuk ke website mereka. Dari sini, kita bisa mendapatkan ide apa keywords yang bisa ditambahkan lagi ke daftar target keywords kita.
  • "Top Pages" - untuk melihat pages yang paling banyak mendapatkan traffic.
  • "Backlinks" - untuk melihat dari mana aja backlinks mereka.

On-Page Optimization

Tahap on-page optimization ini merupakan satu langkah dalam SEO untuk memperbaiki website kita sendiri menjadi lebih "cakep, ganteng, atau cantik" menurut Google (search engine). Ketika website kita terlihat "cakep" menurut Google, maka harapannya website kita bisa berada di halaman pertama bahkan di posisi/baris pertama pencarian Google. Terdapat dua bagian yang perlu dilakukan dalam on-page optimization yaitu konten dan teknis. 

Pengoptimalan Halaman dari Segi Konten
Konten dalam konteks on-page optimization ialah membuat halaman website kita menjadi yang paling bagus menurut mesin pencari atau search engine. Terdapat 3 kriteria untuk dapat dikatakan website yang bagus berdasarkan search engine evaluator guideline Google, yang bisa disingkat dengan EAT, diantaranya yaitu:
  • Expertise, yaitu halaman website kita harus berisi konten yang komprehensif, detail, dan mudah dimengerti, khususnya untuk topik/target keyword yang kita incar.
  • Authoritative, yaitu halaman website kita harus memiliki otoritas atau kewenangan untuk membahas topik itu, misalnya website pendidikan yang ditulis oleh seorang guru, dosen, atau pakar pendidikan.
  • Trusted, yaitu halaman website kita harus dapat dipercaya atau profesional, misalnya dengan menggunakan template yang profesional, menggunakan jaringan htpps, terdapat Customer Service 24 jam bagi website e-commerce, terdapat alamat/kontak, dan sebagainya.
Kemudian sekarang, kita akan membahas bagaimana cara membuat rancangan konten yang memenuhi 3 kriteria tersebut, diantaranya ialah sebagai berikut :
  1. Identifikasi 3-5 kompetitor teratas untuk keyword yang kita incar atau targetkan.
  2. Buka masing-masing website tersebut satu persatu mulai dari website yang ada di posisi teratas, lalu lihat dan identifikasi seperti apa isinya, seperti outline/sub-topik kontennya, fitur-fitur website, layanan/penawarannya, dan sebagainya.
  3. Bandingkan konten website-website kompetitor. Misalnya kompetitor A memiliki konten 1-2-3-4 (anggap saja 1, 2, 3, 4, dst ialah sub-topik atau fitur atau layanan yang dimiliki kompetitor), kompetitor B memiliki konten 1-2-3-5, dan kompetitor C memiliki konten 1-2-4-5.
  4. Dari sini setidaknya kita bisa melihat bahwa konten 1-2-3-4-5 adalah syarat minimal konten yang harus kita miliki di sebuah website. Namun, kita harus kreatif dalam membuat rencangan konten, misalnya dengan merancang konten 1-2-3-4-5-6-7-8 agar lebih lengkap dan menyeluruh, serta lebih baik dari website kompetitor.

■ Pengoptimalan Halaman dari Segi Teknis
Beberapa hal teknis dari tahap on-page optimization yang paling penting diantaranya ialah sebagai berikut :
a. Meta title, atau judul meta merupakan ranking factor dari Google. Judul merupakan hal pertama yang dilihat pengguna sebelum memutuskan mengklik atau membuka website yang muncul di halaman pencarian. Beberapa tips untuk mengoptimalkan judul/title halaman website, diantaranya ialah :
  1. Judul untuk setiap halaman yang ada di website kita harus unik, tidak boleh ada dua halaman dengan judul yang sama.
  2. Judul mengandung target keyword serta letakkan kata yang digunakan untuk keyword tersebut di judul bagian depan.
  3. Judul maksimal terdiri dari 50-60 karakter, termasuk spasi dan nama brand di akhir judul.
  4. Judul mengandung click-bait (memancing orang untuk mengklik).
b. Meta description, atau deskripsi meta merupakan penjabaran lebih detil mengenai konten halaman website kita. Meta description bersifat melengkapi meta title yang memiliki jumlah kata yang terbatas. Beberapa tips untuk mengoptimalkan deskripsi halaman website, diantaranya ialah :
  1. Deskripsi harus mengandung keyword yang ditargetkan (nanti akan ditebalkan di halaman hasil pencarian oleh search engine).
  2. Deskripsi harus memuat alasan kenapa pengguna harus mengklik yang itu dibanding kompetitor.
  3. Deskripsi berisi maksimal 150 karakter.
c. URL, atau alamat halaman website, yang contohnya seperti "www.namaweb.com". Penulisan URL halaman website harus juga mengandung kata kunci agar pengguna dan search engine mudah mengerti apa isi halamannya hanya dengan melihat URL-nya. Maksudnya ialah seperti contoh berikut, halaman website dengan URL www.duedewi.com/2021/04/madu-murni-asli-500-ml lebih baik jika dibandingan dengan www.duedewi.com/2021/04/?page=123, dikarenakan  isi halaman website langsung terlihat cukup dengan melihat URL-nya. Beberapa tips untuk mengoptimalkan URL halaman website, diantaranya ialah :
  1. URL harus mengandung target keyword.
  2. Gunakan dash ("-") sebagai pengganti spasi dalam penulisan URL halaman website.
  3. URL jangan terlalu panjang, usahakan hanya terdiri 3-5 kata saja.
d. Internal linking, atau link/tautan halaman lain yang ada di website kita. Internal linking ini berguna untuk membantu serta memberi tahu search engine bahwa ada halaman/konten lain di website kita, selain itu internal linking dapat membantu pengguna agar tidak bounce atau pergi ke luar website kita sehingga setelah membaca konten di website kita, mereka akan pergi ke konten/halaman lain yang ada di website kita. Tautan/link tersebut dapat berupa link dalam bentuk kata/kalimat dalam paragraf atau dapat berupa tulisan/artikel terkait yang biasanya muncul di tengah atau di akhir konten/halaman.

e. Heading structure, konten sebuah website perlu dibagi menjadi beberapa struktur selain judul, seperti adanya subjudul sebelum paragraf.  Dalam sebuah website diperlukan adanya heading 1, heading 2, heading 3, dan seterusnya, dengan tujuan agar search engine dapat mendeteksinya sebagai daftar isi, sehingga search engine memahami konten website kita berisi tentang apa. Selain itu, dari sisi pengguna juga akan dimudahkan dengan cukup membaca subjudul untuk menemukan informasi yang dibutuhkan saja (tidak perlu membaca secara keseluruhan).

f. Mobile friendly, website kita harus terlihat bagus dan rapi ketika diakses melalui handphone/smartphone. Menurut data, saat ini terdapat 70-80% pengguna mengakses website dari handphone/smartphone mereka, sehingga search engine akan lebih banyak mengindeks website yang mobile friendly serta menghilangkan website yang tidak mobile friendly dalam daftar halaman pencariannya.

g. Fast loading, atau kecepatan website ketika dibuka. Pengguna dan search engine menyukai website yang cepat ketika dibuka. 

Off-Page Optimization

Tahap off-page optimization lebih berkaitan dengan segala hal di luar dari website kita, terutama berkaitan dengan Backlink atau tautan/link yang mengarah ke website kita yang terpasang di website lain (di luar website kita). Permasalahannya ialah tidak semua backlink baik bagi SEO website kita, karena faktanya tidak semua link sama di mata search engine. Terdapat backlink yang bisa meningkatkan ranking website kita, dan ada pula backlink yang malah membuat website kita hilang/turun. Ada beberapa konsep penting tentang link, diantaranya ialah sebagai berikut :
  • Link dari website populer lebih bernilai dari website yang kurang terkenal/populer.
  • Link dari domain baru lebih bernilai dari link dari page baru dari domain yang sebelumnya ada.
  • Link yang membawa traffic user (artinya ada user yang mengklik, bukan cuma sekedar link dari website yang tidak ada pengunjungnya) itu lebih bernilai.
  • Link yang ada di body content (tempat pengguna membaca konten) lebih bernilai dibanding link di footer atau sidebar, karena memang jarang dibaca atau bahkan diklik.
  • Link yang mudah didapat, biasanya lebih tidak bernilai. Contohnya 100 link menggunakan software SEO itu jauh lebih sedikit nilainya dibanding 1 link dari website terkenal, seperti kompas.com atau detik.com.
Terdapat beberapa cara dalam SEO, ada cara yang cukup beresiko karena menggunakan cara yang dilarang oleh search engine (Google) serta ada cara yang aman sesuai dengan algoritma yang tentu dirahasiakan oleh Google. Beberapa istilah yang perlu dimengerti yang berkaitan dengan optimisasi mesin pencari (SEO) untuk website kita, diantaranya ialah :
  • Black Hat SEO, yaitu metode SEO yang diharamkan search engine, sebab backlink-nya ditujukan untuk mengakali search engine agar memanipulasi ranking dan bukan untuk membantu users. Contoh : link spam, link dari website yang dihack, link yang disembunyikan dalam konten (seperti, warna link dan background disamakan sehingga tidak terlihat), link dengan kata kunci yang exact (seperti, link kata kunci "Madu Murah", kemudian dibuat lagi link kata kunci "Madu Murah Madiun", dan seterusnya). Catatan !! Metode SEO ini bisa dikatakan cukup cepat menaikkan ranking di hasil pencarian, akan tetapi kebanyakan akan cepat turun juga. Bahkan kadang malah bisa hilang dari pencarian karena dianggap ilegal oleh mesin pencari Google.
  • White Hat SEO, yaitu metode SEO yang backlink-nya didapatkan tidak dengan membeli link atau memberi uang kepada pemilik website lain. Tujuan dari backlink ini adalah membantu user, terutama untuk memberikan referensi website berupa link tentang topik/konten tertentu. Google sebagai pemilik search engine paling besar dan populer saat ini, menginginkan internet yang demokratis, sehingga diharapkan yang berada di posisi teratas pencarian merupakan website yang berkualitas. Contoh : kita sudah membuat artikel yang berkualitas dan bermanfaat oleh user, kemudian user tersebut memberikan referensi berupa link tersebut kepada user lain melalui berbagai media seperti website dan media sosial yang bersangkutan. Catatan !! Metode SEO ini sangat aman untuk digunakan karena rangking website di Google akan bertahan lama, akan tetapi metode ini sangat butuh waktu, usaha, dan kesabaran dari pemilik website.
  • Gray Hat SEO, yaitu metode SEO yang bersifat abu-abu alias tidak black hat atau white hat, artinya diantara keduanya. Metode SEO ini tidak benar-benar mengakal-akali seperti black hat, tapi juga tidak benar-benar tanpa uang seperti white hat. Banyak praktisi SEO masih menggunakan cara-cara ini, karena hasilnya juga terbukti. Contoh : membuat banyak blog kemudian memasang backlink di blog tersebut mengarah ke website kita, membayar pemilik website lain untuk memasangkan backlink yang mengarah ke website kita, membayar pemilik website lain untuk mereview website kita (endorsment) kemudian juga menaruh backlink yang mengarah ke website kita.
Setelah memahami beberapa cara/metode SEO, tentu kita memahami bahwa White Hat SEO ialah cara SEO yang paling aman dan sesuai dengan kebijakan Google, dan yang akan membuat website kita bertahan lama di hasil pencarian google. Beberapa Strategi White Hat SEO yang paling umum dilakukan oleh para praktisi SEO, diantaranya ialah :
  • Membagi link website di social media akun kita sendiri. Buat akun di berbagai social media (Twitter, Instagram, Facebook, pinterest, LinkedIn, dst.), berikan link di akun kita dan rutin share konten website kita di sana.
  • Komentar di website atau blog lain di komunitas yang relevan dengan konten website kita, yang biasanya kita dapat mencantumkan profil kita sebelum berkomentar.
  • Menyumbang tulisan ke website atau blog lainnya yang tentu kita wajib mencantumkan profil kita di website tersebut.
  • Website user generated content, seperti : kompasiana, indonesiana, dan medium. Kita dapat menulis di website tersebut dan mencantumkan link website kita.
  • Online forum/groups/QA sites, sesuai niche atau tema konten website kita.
  • Menjadi expert atau ahli, yang melalui wawancara atau menjadi narasumber kita dapat mencantukan profil kita.
  • Public Relation (PR) dan publikasi positif lainnya.
  • Membuat resource content yang bisa jadi referensi.
  • Dari stakeholders/partner bisnis kita sendiri. 
Baiklah rekan-rekan semuanya, itulah artikel yang memuat ringkasan materi mengenai SEO (Search Engine Optimization) yang dapat kita mulai dari mengenali beberapa konsep dasar dan teknis penerapannya pada website yang kita miliki. Tentu setelah menerapkan SEO pada website kita, ada 3 matriks yang perlu kita pantau, diantaranya ialah : Ranking (setidaknya ada peningkatan ranking/peringkat dari waktu ke waktu), Traffic (jumlah pengunjung yang harus meningkat dari waktu ke waktu), dan Conversion (jika website kita bersifat transaksional, berarti transaksi/penjualan juga harus meningkat). Pemantauan tersebut bertujuan agar kita terus meningkatkan langkah-langkah SEO agar website kita terus meningkat, baik dari segi ranking, traffic, maupun conversion (jika website bersifat transaksional).


Seluruh tulisan tentang SEO tersebut di atas merupakan ringkasan materi yang disampaikan oleh mentor SEO kami, Muhammad Ilman Akbar (Product Manager Traveloka). Ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada mentor kami.

16 Januari 2021

Pemanfaatan Augmented Reality Untuk Media Pembelajaran dan Aplikasinya

Gambar. Augmented Reality untuk Media Pembelajaran


Tren Teknologi Saat Ini

Perkembangan teknologi yang begitu cepat, kini bukanlah sesuatu hal yang mengherankan pada abad ini. Berbagai inovasi teknologi untuk berbagai bidang sudah banyak dilakukan, baik oleh individual ataupun korporasi. Teknologi yang kini hampir hadir disemua aspek kehidupan manusia, memang cukup menakjubkan dan memudahkan. Contohnya saja, teknologi di bidang komunikasi yang semakin memudahkan manusia dalam berkomunikasi serta mendapatkan data secara cepat, bahkan teknologi saat ini memungkinkan untuk dapat menampung data dengan ukuran yang besar sekalipun. Pendidikan merupakan bidang yang tak lepas dari perkembangan teknologi tersebut. 

Jika berbicara tentang perkembangan teknologi, maka hal tersebut cukup luas sekali. Oleh sebab itu, mari kita fokuskan dan cari tahu dulu tentang tren teknologi saat ini, yang relevan dikembangkan untuk media pembelajaran, berikut ulasannya :
  • Artificial Intelligence (AI)
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan sebuah konsep dalam teknologi yang mampu meniru kecerdasan yang dimiliki manusia serta diharapkan mampu meniru tugas-tugas yang dapat dilakukan oleh manusia, seperti memutuskan sesuatu, mengenali sesuatu, mengenali suatu pola atau gambar. Penggunaan AI dalam media pembelajaran ini salah satunya dapat digunakan untuk mengenali gaya belajar peserta didik sehingga AI akan memutuskan materi apa yang dapat dipilih oleh peserta didik serta dapat menentukan metode pembelajaran apa yang cocok untuknya.
  • Internet of Thing (IoT)
IoT secara sederhana ialah sebuah konsep teknologi yang dapat menghubungkan semua objek fisik yang ada di kehidupan kita sehari-hari ke jaringan internet, sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun secara cepat dan mudah. Penggunaan IoT dalam pembelajaran salah satunya ialah E-Learning yang dapat digunakan sebagai kelas virtual, bahkan dapat bertatap muka dengan guru/tutor secara virtual melalui perangkat yang terhubung dengan kamera. Penggunaan lain IoT dalam pembelajaran ialah interaksi antara buku dengan suatu aplikasi. Aplikasi tersebut dapat memunculkan informasi yang ada pada buku dalam bentuk virtual seperti gambar, video, atau bahkan bentuk 3 Dimensi.
  • Virtual Reality/Augmented Reality (VR/AR)
Teknologi Virtual Reality (VR) memungkinkan penggunanya untuk bisa berinteraksi dengan lingkungan yang disimulasikan oleh sistem komputer. VR membawa penggunanya untuk dapat memasuki sebuah kondisi yang divisualkan seolah-olah nyata atau benar-benar terjadi di hadapan mereka. Sedangkan Augmented Reality (AR) merupakan sebuah teknologi yang mampu menggabungkan objek dua atau tiga dimensi (virtual) ke dalam dunia nyata. Teknologi AR ini memungkinkan penggunanya untuk memproyeksikan objek virtual seolah-olah ke dalam bentuk nyata.

Itulah 3 teknologi yang menjadi tren saat ini serta relevan untuk diterapkan guna menunjang fasilitasi belajar peserta didik. Bagaimanapun juga, perkembangan teknologi seperti ketiga jenis teknologi tersebut akan secara langsung berdampak ke seluruh sektor kehidupan, termasuk juga pendidikan. Penerapan teknologi yang saat ini menjadi tren di dunia tersebut, kini dapat kita lihat sudah mulai digunakan secara luas untuk tujuan pembelajaran. Seperti penggunaan e-learning untuk penunjang pembelajaran, yang merupakan salah satu penerapan teknologi Internet of Thing (IoT). Pada waktu-waktu mendatang akan banyak teknologi yang dapat dilibatkan dalam proses pembelajaran. 

Jika teknologi berbasis IoT sudah mulai digunakan secara luas di dunia pendidikan, maka ke depan akan semakin bermunculan penggunaan VR (Virtual Reality) dan Augmented Reality (AR). Saat ini, penggunaan VR dan AR yang sudah umum digunakan ialah pada Game, baik game pada konsol maupun komputer. Produsen game berlomba untuk menciptakan permainan yang dapat mengajakan penggunanya merasakan suasana bermain yang sedikit berbeda dari biasanya. Cukup banyak jenis game VR dan AR yang beredar di pasaran, kita mungkin pernah mendengar game kenamaan seperti Batman (untuk game VR) dan Pokemon Go (untuk game AR).

Augmented Reality Untuk Media Pembelajaran

Sebenarnya jika kita menelusuri lebih jeli, sudah mulai beredar bahan ajar yang diintegrasikan dengan teknologi tersebut, khususnya Augmented Reality (AR). Sudah ada beberapa kreator yang mengintegrasikan bahan ajar tercetak dengan teknologi AR, yakni ketika pengguna menyorotkan kamera smartphone ke gambar atau QR Code pada bahan ajar yang tercetak tersebut, maka secara otomatis akan menampilkan bentuk atau gambar 3D tertentu. 

Baiklah, sebelum kita terlalu gegap gempita mengenai teknologi Augmented Reality (AR) ini yang terlihat sangat keren jika diterapkan. Sebaiknya kita terlebih dahulu membahas tentang apa itu media pembelajaran dan manfaatnya untuk proses pembelajaran, dan apakah media pembelajaran yang menggunakan AR dapat mempengaruhi pengalaman peserta didik. Hal tersebut penting untuk diketahui terlebih dahulu, karena jika bicara teknologi AR memang terlihat keren. Akan tetapi, keren saja tidak cukup. Dalam proses pembelajaran, sebuah media penting halnya untuk dapat memberikan pengalaman yang optimal terhadap belajar peserta didik.

Heinich, Molenda, Russel, et.al (2002:9) menyebutkan bahwa media adalah sarana sebuah komunikasi. Kata media diambil dari kata latin yang berarti “diantara”, istilah tersebut merujuk kepada suatu definisi media yang berarti semua hal yang dapat membawa informasi antara sumber informasi dan penerima informasi. Yusufhadi Miarso (2013:458) secara spesifik mengemukakan media yang digunakan dalam pembelajaran atau media pembelajaran ialah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali.

Media pembelajaran digunakan untuk memfasilitasi atau memudahkan peserta didik untuk memahami materi atau informasi yang diberikan. Suatu hal dapat dianggap sebagai media pembelajaran ketika hal tersebut membawa pesan dengan sebuah tujuan pembelajaran (Heinich, Molenda, Russel, et.al, 2002:10). Peran media dalam pembelajaran berdasarkan definisi tersebut ialah sebagai perantara pesan atau informasi kepada peserta didik dalam konteks kegiatan pembelajaran.

Menurut Heinich, Molenda, Russel, et.al (2002:11) media pembelajaran memiliki peran atau manfaat sebagai berikut.
  1. Sebagai instruktur pada pembelajaran langsung.
  2. Sebagai instruktur pada pembelajaran mandiri.
  3. Dapat digunakan untuk mengumpulkan portofolio peserta didik.
  4. Dapat digunakan untuk melaksanakan pembelajaran tematik.
  5. Dapat digunakan untuk melakukan pendidikan jarak jauh.
  6. Dapat digunakan untuk membantu pendidikan untuk peserta didik berkebutuhan khusus.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka media pembelajaran yang menggunakan Augmented Reality harus secara tepat diposisikan sebagai media atau perantara. Ciri penting penggunaan teknologi tersebut  dapat dikatakan tepat diposisikan sebagai media ialah ketika penggunaan AR tersebut dapat menyampaikan pesan atau materi serta dapat mendorong terjadinya sebuah pembelajaran. Hal yang perlu dihindari ialah ketika penggunaan AR tersebut tidak memiliki makna apapun untuk pembelajaran, artinya hanya terlihat keren. Kita perlu ingat bahwa, dalam sebuah pembelajaran, teknologi yang keren tidak berarti apapun jika pesan yang diharapkan tidak sampai kepada peserta didik.

Selanjutnya mari kita membahas mengenai apakah penggunaan Augmented Reality sebagai media pembelajaran tersebut dapat memberikan pengalaman yang optimal kepada peserta didik. Jawaban untuk pertanyaan tersebut terdapat pada Cone of Experience (Kerucut Pengalaman) dari Edgar Dale. 

Gambar. Cone of Experience (Kerucut Pengalaman) Edgar Dale

Jika kita melihat pada Cone of Experience dari Edgar Dale, media pembelajaran yang memanfaatkan Augmented Reality dapat dimasukkan ke dalam Watching a Movie (melihat film/video/gambar bergerak) hingga Watching a Demonstration (melihat pertunjukan/pameran), karena pada dasarnya AR adalah sebuah animasi/gambar yang dapat digerakkan dalam bentuk 3D. Berdasarkan Cone of Experience, maka pengalaman yang diperoleh peserta didik ketika menggunakan Augmented Reality sebagai media pembelajaran ialah kurang lebih sebesar 50%. Makna persentase pada Cone of Experience tersebut ialah seberapa besar materi atau pengalaman belajar yang dapat diingat oleh peserta didik.

Aplikasi Augmented Reality Yang Dapat Digunakan

Sebuah media pembelajaran yang memanfaatkan Augmented Reality (AR) memerlukan spesifikasi device atau perangkat berupa smartphone yang cukup baik. Hal tersebut perlu diupayakan agar pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Komponen dalam AR sendiri terdiri dari hal yakni animasi/gambar dalam bentuk 3D dan kamera yang terintegrasi dengan aplikasi AR tersebut.

Bicara tentang aplikasi AR yang dapat digunakan untuk media pembelajaran maka dapat dikatakan cukup terbatas. Jika ingin mengembangkan aplikasi yang menggunakan fungsi AR secara mandiri, sebenarnya cukup dimungkinkan yang penting memahami bahasa pemograman yang cukup dan kemampuan desain 3D yang mumpuni.

Bagi kita yang sedikit kesulitan untuk mengembangkan sendiri maka kita memerlukan sebuah aplikasi yang mudah kita gunakan dan tinggal memakainya tanpa perlu memahami bahasa pemograman dan mendesain gambar/animasi 3D. Rekomendasi aplikasi Augmented Reality (AR) berikut dapat kita gunakan sebagai media pembelajaran :
  • Assemblr
Assemblr ialah sebuah aplikasi atau platform yang dapat digunakan untuk mendesain 3D interaktif dengan cukup cepat, mudah, dan menyenangkan. Assemblr memungkinkan pengguna untuk membuat objek 3D dari bentuk-bentuk dasar yang disediakan. Yang menarik ialah, aplikasi ini dikembangkan oleh Hasbi Asyadiq yang merupakan pengembang asli Indonesia.

Pada aplikasi tersebut juga tersedia desain 3D yang siap kita gunakan dan dapat ditampilkan melalui Augmented Reality (AR). Aplikasi Assemblr dapat kita peroleh dan unduh secara gratis di Google Playstore. Jadi, silahkan unduh terlebih dahulu aplikasi tersebut melalui smartphone. Hal yang perlu digarisbawahi ialah aplikasi ini bersifat online, pastikan kita memiliki koneksi internet yang cukup cepat.

Cara Menggunakan Aplikasi 
Untuk menggunakan dan menampilkan desain 3D berbasis AR yang sudah tersedia di Assemblr, mari kita ikuti langkah berikut :
(1) Buka aplikasi Assemblr yang sudah terpasang pada smartphone. Hingga muncul halaman depan aplikasi seperti yang terlihat pada gambar berikut.


(2) Pilih menu Explore yang terdapat pada bagian bawah. Pada menu Explore tersebut kita dapat memilih kategori desain yang diinginkan. Jika ingin mencari desain 3D tentang pendidikan, silahkan pilih Education. Lalu pilih salah satu desain tersedia yang ingin ditampilkan. Contoh, kita pilih desain 3D tentang "Tsunami".


(3) Kemudian akan terbuka halaman seperti pada gambar. Terdapat dua pilihan tampilan, yakni View 3D (untuk menampilkan gambar/animasi 3D saja) dan View AR (untuk menampilkan gambar/animasi 3D ke dalam bentuk Augmented Reality). Kita pilih saja View AR, karena tujuan kita kan ingin menampilkan dalam bentuk AR atau Augmented Reality.


(4) Silahkan tunggu beberapa saat hingga proses loading untuk memuat asset selesai. Jika selesai akan muncul suatu peringatan, cukup tekan Oke saja. Kemudian kita akan masuk ke tampilan kamera, arahkan kamera ke sebuah bidang datar (misalnya meja, lantai, atau semacamnya). Setelah itu klik/tekan/sentuh pada satu titik pada bidang datar yang tercakup pada kamera tersebut, untuk menempatkan gambar/animasi 3D yang sudah dipilih. Tidak perlu menunggu lama, desain gambar/animasi 3D yang kita pilih tadi akan hadir di depan kita secara virtual.



Baiklah rekan-rekan semua, kami akan berusaha untuk memperbarui artikel yang berkaitan dengan penggunaan Augmented Reality untuk media pembelajaran serta aplikasi-aplikasi lain yang memiliki fitur Augmented Reality, serta yang paling memungkinkan untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Jika ada rekomendasi aplikasi lainnya, silahkan beritahu kami melalui kolom komentar di bawah. Terima kasih sudah membaca dan mengunjungi website ini. Maju terus teknologi pendidikan Indonesia !!



Referensi :
  • Heinich, R., Molenda, M., Russel, J.D., et.al. (2002). Instructional media and technologies for learning (7th ed.). Upper Saddle River: Pearson Education
  • Yusufhadi Miarso. (2013). Menyemai benih teknologi pendidikan. Jakarta: Kencana

27 Desember 2020

Blogger Website Instant (Bagian 3) : Cara Menghilangkan ?m=1 Pada URL Website Mobile

Gambar. Blogger Website Instant
(Sumber: freepik.com)

Hai rekan-rekan semuanya, kita kembali ke pembahasan mengenai Blogger Website Instant. Blogger Website Instant sendiri sejujurnya merupakan sebuah seri artikel yang mengupas tentang cara membangun website secara mudah dan cepat, plus satu lagi yaitu murah. Setelah sebelumnya kita membahas mengenai cara membuat website profesional dengan cepat dan mudah menggunakan CMS Blogger, serta bagaimana cara menyulap website berbasis Blogger tersebut menjadi selayaknya website profesional, maka selanjutnya saatnya kita mengupas beberapa hal detail. Hal-hal kecil yang bersifat detail tersebutlah yang akan semakin menyempurnakan tampilan website kita menjadi kembali terlihat lebih profesional. 

Tidak dipungkiri bagi user yang memahami dan familiar mengenai dunia website, tentu akan dengan mudah mengenali website yang diakses tersebut dibangun menggunakan platform atau basis apa. Sebab, website yang dibangun menggunakan dua CMS favorit saat ini yakni Blogger dan Wordpress.org memang punya ciri khas sendiri. Bagi yang sudah familiar akan dengan mudah mengidentifikasinya. Blogger dengan tampilan yang lebih simple, ringan dan sangat khas, serta Wordpress.org yang banyak pilihan kustomisasi sehingga akan lebih memungkinkan untuk dibuat menyerupai website-website yang memang dibuat secara profesional oleh para website developer.

Sebenarnya sih, hal tersebut bukan suatu masalah yang besar. Namun, kita menyadari bahwa tampilan website atau blog yang ada di Blogger memang sedikit lebih sulit dikustomisasi karena keterbatasan fitur custom yang tersedia. Oleh sebab itulah, para user Blogger sebisa mungkin akan mengusahakan untuk meng-upgrade tampilan websitenya yang berbasis Blogger tersebut menggunakan berbagai cara, seperti mengedit pada bagian CSS dan HTML-nya untuk mengubah bagian-bagian tertentu agar terlihat lebih cantik dan keren, serta paling masuk akal dengan cara mengganti template yang sesuai dengan selera (Baca : Blogger Website Instant (Bagian 1) : Cara Membuat Website Profesional Dengan Cepat Dan Mudah). Template tersebut dapat kita dapatkan secara gratis maupun yang berbayar, tentu yang berbayar biasanya akan lebih cakep dan bisa dibilang tampilan website kita akan nampak lebih profesional lagi.

Baiklah, kita terlebih dahulu harus memahami kenapa pentingnya mengubah website berbasis Blogger hingga ke bagian detail. Sekali lagi, jawabannya ialah agar website kita semakin nampak profesional. Setidaknya user tidak begitu menyadari ternyata website kita tersebut dibangun menggunakan Blogger, yang kita tahu sedikit sekali fitur kustomisasi. Hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa Blogger ternyata mampu dan bisa digunakan untuk membangun website yang keren dan profesional. 

Salah satu detail atau khas website yang dibangun menggunakan Blogger ialah adanya tanda ".../?m=1" pada URL website yang dibuka melalui mobile atau smartphone (mobile version). Tanda tersebut tidak akan muncul pada URL website ketika dibuka di komputer/desktop, sehingga terlihat bagus-bagus saja. Walau sebenarnya untuk versi komputer desktop memiliki tanda ".../?m=0" hanya secara sistem akan disembunyikan, sehingga tidak terlihat. Permasalahannya ialah ketika dibuka di mobile atau smartphone tanda tersebut tidak secara otomatis disembunyikan. Tanda tersebut menurut kami sedikit mengurangi estetika dari sebuah website yang di-branding profesional, sehingga perlu disembunyikan.


Gambar. Tampilan Website Versi Mobile

Cara menghilangkan tanda "../?m=1" tersebut bisa melalui dua cara yakni memasukkan script di body tema/template secara langsung dan memasukkan script melalui widget. Keduanya memiliki script yang berbeda, jadi yuk kita bahas lebih detail.

  • Input Script ke Body Tema/ Template
Silahkan ikuti langkah-langkahnya seperti berikut ini :
  1. Buka halaman admin Blogger.
  2. Buka pada bagian Tema.
  3. Klik simbol "panah ke bawah" yang ada disamping tombol Sesuaikan, lalu pilih Edit HTML.
  4. Cari script code <head> pada kolom edit html tersebut, lalu copy dan paste script code berikut tepat di atas kode <head> tersebut. Kemudian jangan lupa klik Simpan.
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
var uri = window.location.toString();
if (uri.indexOf(&quot;%3D&quot;,&quot;%3D&quot;) &gt; 0) {
var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf(&quot;%3D&quot;));
window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);
}
var uri = window.location.toString();
if (uri.indexOf(&quot;%3D%3D&quot;,&quot;%3D%3D&quot;) &gt; 0) {
var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf(&quot;%3D%3D&quot;));
window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);
}
var uri = window.location.toString();
if (uri.indexOf(&quot;&amp;m=1&quot;,&quot;&amp;m=1&quot;) &gt; 0) {
var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf(&quot;&amp;m=1&quot;));
window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);
}
var uri = window.location.toString();
if (uri.indexOf(&quot;?m=1&quot;,&quot;?m=1&quot;) &gt; 0) {
var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf(&quot;?m=1&quot;));
window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);
}
&lt;/script&gt;
Catatan : Jika setelah menerapkan script code tersebut kemudian mengalami kendala yakni tidak bekerjanya paginasi atau navigasi antar halaman di website atau blog, silahkan baca Update Penting di bawah.

  • Input Script melalui Widget
Silahkan ikuti langkah-langkahnya seperti berikut ini :
  1. Buka halaman admin Blogger.
  2. Buka pada bagian Tata Letak.
  3. Tambahkan Widget/Gadget berupa HTML/Javascript, catatan :  kami lebih menyarankan untuk ikut memasukkan script code penghilang tanda "?m=1" ke widget/gadget berupa HTML/Javascript yang sudah ada sebelumnya agar tidak ada tampilan kosong di sidebar website. Atau jika sebelumnya tidak menggunakan widget/gadget berupa HTML/Javascript maka usahakan untuk memasukkan script code yang lain bersamaan dengan script code penghilang tanda "?m=1" tersebut untuk mencegah ada tampilan kosong pada sidebar website. Kita bisa memasukkan script code gambar/video, recent comment, dst.
  4. Masukkan script code berikut ini, kemudian jangan lupa tekan tombol Simpan.
<script type="text/javascript">
var uri = window.location.toString();
if (uri.indexOf("%3D","%3D") > 0) {
var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("%3D"));
window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);
}
var uri = window.location.toString();
if (uri.indexOf("%3D%3D","%3D%3D") > 0) {
var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("%3D%3D"));
window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);
}
var uri = window.location.toString();
if (uri.indexOf("&m=1","&m=1") > 0) {
var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("&m=1"));
window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);
}
var uri = window.location.toString();
if (uri.indexOf("?m=1","?m=1") > 0) {
var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("?m=1"));
window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);
}
</script>

Catatan : Jika setelah menerapkan script code tersebut kemudian mengalami kendala yakni tidak bekerjanya paginasi atau navigasi antar halaman di website atau blog, silahkan baca Update Penting di bawah.

Cara yang pertama yakni memasukkan script code melalui body tema atau template secara langsung lebih direkomendasikan, karena mampu menyembunyikan tanda "?m=1" lebih cepat jika dibandingan dengan cara kedua. Tetapi, silahkan dipilih yang menurut rekan-rekan mungkin untuk dilakukan.

  • Update Penting !! 
Jika setelah menggunakan script code tersebut kemudian bermasalah dengan paginasi atau tombol halaman navigasi pada website atau blog yang tidak bekerja dengan baik, maka alternatifnya ialah cari script code <head> pada kolom edit html, kemudian copy dan paste script code berikut tepat di atas script code <head>, setelah itu tekan Simpan.
<script type='text/javascript'>
var uri = window.location.toString();if (uri.indexOf(&quot;?m=1&quot;,&quot;?m=1&quot;) &gt; 0) {var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf(&quot;?m=1&quot;));window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);}
</script>
Cara ini lebih kami rekomendasikan bagi yang menggunakan paginasi atau tombol navigasi pada halaman website atau blog. Cara ini hanya dapat dilakukan dengan cara menginput script code langsung ke body tema/template, sehingga tanda ".../?m=1" juga dapat disembunyikan dengan sangat cepat juga.

Gambar. Perubahan URL setelah Script diterapkan

Oke demikian rekan-rekan beberapa langkah untuk menghilangkan tanda ".../?m=1"  pada website atau blog berbasis Blogger. Silahkan diterapkan ke website rekan-rekan semua dan rasakan perbedaannya. Kami yakin website yang rekan-rekan miliki, akan lebih nampak keren dan profesional. Terima kasih sudah berkunjung, kita bertemu lagi pada artikel menarik berikutnya.

8 November 2020

Desain Pembelajaran Di E-Learning : Membuat Storyboard (Bagian 7)

Gambar. E-Learning

Pengembangan Materi Pembelajaran

Materi atau konten pembelajaran yang akan disajikan dalam e-learning atau media-media yang lain juga perlu dilakukan pengembangan. Hal tersebut juga dilakukan guna mendukung sebuah pembelajaran yang efektif dan bermakna. Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan berkaitan dengan kegiatan pengembangan materi pembelajaran, diantaranya ialah sebagai berikut :
  • Melaksanakan Tahap Analisis
  • Merancang Tujuan Pembelajaran & Kuis
  • Menyusun Storyboard

  • Apa itu Storyboard?

Storyboard atau jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia secara langsung, berarti papan cerita. Namun, apa sebenarnya storyboard itu? Secara singkat storyboard merupakan gambaran dari desain atau rancangan (skenario) awal dari sebuah proyek pengembangan, baik pengembangan e-learning, multimedia pembelajaran, video pembelajaran, ataupun proyek pengembangan konten pembelajaran lainnya. Pembuatan storyboard ini cukup penting, terlebih proyek pengembangan tersebut melibatkan banyak pihak atau bahkan klien, sehingga storyboard tersebut dapat digunakan untuk mereview rancangan sebelum dilanjutkan ke tahap pengembangan. Storyboard ini merupakan pengikat persepsi dari instructional designer, subject matter expert, dan pihak lainnya yang terkait. Setelah semua pihak yang terkait pengembangan tersebut menyetujui rancangan yang ada di storyboard, maka barulah dapat dilanjutkan ke tahap pengembangan.

  • Cara Membuat Storyboard

Pada artikel ini akan dijelaskan secara rinci mengenai pembuatan storyboard yang khusus untuk pengembangan konten pembelajaran yang dapat dimasukkan dalam kursus (course) di e-learning, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk dapat digunakan dalam proyek pengembangan lainnya. storyboard memiliki ciri khas yakni pada detail perencanaanya, seperti alur yang jelas, referensi grafis, instruksi belajar yang tersusun, serta dapat menghubungkan antara satu elemen konten dengan konten lainnya. Terdapat elemen wajib yang harus tertera dalam storyboard atau disebut dengan anatomy of storyboard, diantaranya ialah sebagai berikut :

1. Header (Judul)
Pada bagian ini dapat ditulis seperti nama proyek, nama kursus/mata pelajaran/mata kuliah, tanggal pembuatan storyboard, serta informasi pengidentifikasi lainya yang dibutuhkan. Hal tersebut harus dicantumkan dalam kolom header (judul) pada storyboarad untuk memudahkan pengurutan.

2. On Screen Text (Teks yang Muncul di Layar)
Pada bagian ini perlu dituliskan atau digambarkan dalam storyboard mengenai tulisan apa saja yang akan dimunculkan dalam layar, ketika pengguna mengakses atau membukanya. On screen text ini biasanya lebih erat kaitannya dengan isi materi pembelajaran.

3. Audio (Suara)
Pada bagian ini perlu dijelaskan apa saja jenis audio yang akan digunakan, serta dapat diberikan keterangan, kapan suara itu akan diputar atau dimainkan. Jenis-jenis audio ialah sebagai berikut :
  • Dubber (pengisi suara)
  • Talent (pemain, khusunya untuk pengembangan video)
  • Background sound (musik latar belakang)
  • Sound effect (efek suara)
  • Music

4. Navigasi
Pada bagian ini merupakan pemaparan tentang instruksi terhadap interaksi atau petunjuk terhadap apa saja yang dapat dilakukan pengguna atau peserta didik selama menggunakan konten pembelajaran yang akan dikembangkan. Navigasi ini sangat penting terutama untuk pengembangan konten pembelajaran yang bersifat interaktif, seperti multimedia pembelajaran, modul pembelajaran interaktif, atau aplikasi pembelajaran lainnya.
Navigasi ini dapat berupa tombol atau tautan (link) yang dapat menghubungkan komponen materi yang satu dengan yang lainnya. Ketika pengguna atau peserta didik menekan tombol atau tautan tersebut, maka pengguna akan diarahkan secara otomatis ke halaman yang dimaksud. Untuk pembuatan navigasi untuk konten pembelajaran e-learning yang sedikit sulit, seperti game baik yang berbasis web maupun aplikasi, maka diperlukan peran seorang programmer untuk merancangnya. Untuk konten pembelajaran berupa video, kita tidak memerlukan elemen navigasi sehingga tidak perlu dicantumkan penjelasannya dalam storyboard.

5. Graphic Element (Elemen Grafis)
Pada bagian ini perlu dicantumkan referensi grafis yang ingin dimunculkan atau dipakai pada produk final sebuah konten. Grafis yang dimaksudkan ialah dapat berupa gambar statis (diam) ataupun gambar bergerak (animasi). Penjelasan mengenai referensi grafis ini akan memudahkan tim perancang grafis dalam menginterpretasikan grafis seperti apa yang diinginkan untuk tampil pada produk akhir konten. Jika penjelasan referensi grafis secara verbal dirasa sulit, maka pada storyboard dapat pula diberikan penjelasan berupa sketsa gambar kecil mengenai grafis yang ingin ditampilkan. Pada elemen ini, jika grafis yang ingin digunakan berupa animasi, maka perlu dicantumkan juga timing atau waktu kapan animasi tersebut tampil serta durasi animasi tersebut ditampilkan.

Pembuatan storyboard perlu dilakukan secara detail dan spesifik agar hasil akhir konten yang dikembangkan sesuai dengan harapan. Perlu digarisbawahi juga bahwa ada dua hal yang perlu diperiksa apakah sudah dilaksanakan ataukah belum, sebelum beranjak untuk membuat storyboard, diantaranya ialah sebagai berikut :
  1. Analisis Kebutuhan
  2. Materi Pembelajaran Final
  3. Tujuan Pembelajaran yang Sesuai dengan Kursus.
  4. Teknik Pembelajaran yang Tepat.
Semua hal tersebut wajib untuk selesai atau telah dilaksanakan, sebelum membuat storyboard. Jika analisis kebutuhan belum dilaksanakan, materi pembelajaran yang belum final atau belum disetujui oleh ahli materi (subject matter expert), tujuan pembelajaran yang tidak sesuai dengan kursus atau program yang diinginkan, ataupun penentuan teknik pembelajaran yang kurang sesuai, maka hal tersebut akan mengganggu proses pengembangan konten tersebut serta memperpanjang waktu pengembangan konten karena ada kemungkinan untuk mengulang proses perancangan yang telah dilaksanakan setelah ditemukannya ketidaksesuaian atau kesalahan.

  • Contoh Storyboard

Kami akan sajikan mengenai beberapa contoh storyboard yang dapat dijadikan sebagai referensi dalam membuat sebuah storyboard. Pada dasarnya storyboard disusun berdasarkan kebutuhan, sehingga tidak ada format baku untuk membuat sebuah storyboard. Tetapi pada prinsipnya ialah storyboard harus dituliskan secara detail dan spesifik, dengan memenuhi kelima elemen yang sudah dipaparkan sebelumnya.



Baiklah rekan-rekan Eduprisma !! Cukup sekian untuk seri desain pembelajaran di e-learning pada pokok bahasan membuat storyboard. Kita akan bertemu kembali dengan sajian artikel dan tutorial yang lebih menarik lagi. Sampai jumpa serta kami ucapkan terima kasih sudah membaca dan berkunjung ke Eduprisma.